MERAWAT mobil sebenarnya bisa dilakukan sendiri sebelum dibawa ke bengkel. Bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa menerapkannya tanpa harus takut hilang kefeminiman atau khawatir kulit akan cedera.
Berikut ini ada sembilan tips merawat mobil praktis. Pemeriksaannya dianjurkan dilakukan minimal satu minggu sekali.
1. Oli mesin.
Oli mesin sangat penting untuk pelumasan. Bila jumlah oli dalam mesin kurang, bisa mempengaruhi kinerja mesin mobil. Periksalah jumlah oli secara berkala dan gunakan oli yang baik untuk mesin Anda.
2. Minyak rem.
Berapa kali kita menginjak pedal rem saat mengemudi? 100 atau lebih? Makanya pastikan rem Anda selalu pakem. Jumlah minyak rem dalam master-cylinder harus selalu pada level yang ditentukan.
3. Air radiator.
Mesin mobil bekerja atas dasar panas pembakaran bahan bakar minya (BBM) yang diubah menjadi tenaga gerak. Sisa panasnya harus didinginkan oleh cairan radiator.
Bila air radiator berkarat dan jumlahnya kurang maka mesin mobil bisa panas dan rusak, terlebih lagi saat jalanan macet.
Untuk menghindarkan itu, pastikan jumlah air radiator selalu penuh dan gunakan pendingin radiator untuk menghidarkan panas dan karat.
4. Oli power steering.
Mobil sekarang sudah dilengkapi dengan power steering. Apabila oli power steering berkurang maka kendaraan akan berat dikemudikan, salah-salah kemudi yang diputar terlalu jauh tidak bisa terkendali.
Periksa jumlahnya dalam master cylinder secara berkala. Kalau perlu sebaiknya tambahkan selagi ingat.
5. Saringan udara.
Untuk pembakaran dalam mesin dibutuhkan udara yang disaring melalui saringan udara. Apabila saringan penuh debu maka pembakaran menjadi kurang sempurna, seperti orang sesak napas.
Periksa dan bersihkan saringan udara secara berkala agar mesin mobil bisa bernapas lega dan bekerja dengan baik.
6. Fanbelt (tali kipas).
Fanbelt yang tua atau kendur setelannya, sering mengeluarkan bunyi mencicit yang sangat mengganggu. Apabila putus di tengah jalan bisa merepotkan dan menyebabkan kerusakan mesin yang lebih parah.
Perawatan fanbelt sangat mudah dengan menyemprot beltdressing secara berkala, dan bila kendur bisa disetel ke bengkel.
7. Air aki dan wiper.
Salah satu faktor yang menentukan umur aki adalah jumlah cairan aki. Jagalah agar jumlahnya selalu cukup, bila perlu tambahkan air aki yang bisa dibeli dimana-mana.
Bisa dibayangkan kalau kaca kotor dan air wiper habis, bisa kelabakan jadinya. Hal sepele ini sangat sering dilupakan orang karena dianggap tidak ada kaitan langsung dengan mesin.
8. Lampu.
Seperti juga wiper, karena tidak berdampak langsung pada unjuk kerja mesin, orang juga sering melupakan masalah lampu. Apalagi bagi mereka yang biasanya hanya mengemudi di siang hari.
Tetapi apa jadinya bisa suatu ketika mengemudi malam hari dan lampu ternyata tidak berfungsi? Tentu bisa runyam, apalagi pada saat itu benar-benar perlu menggunakan mobil.
Karena itu periksalah kondisi lampu demi keamanan kendaraan, jangan jadi mobil buta di malam hari.
9. Tekanan angin ban.
Tekanan angin ban harus sesuai dengan anjuran pabrik mobil, sesuai beban dan kecepatan. Sebagai acuan adalah untuk kecepatan tinggi dan beban berat tekanan ban harus tinggi.
Periksa juga tekanan ban cadangan secara berkala, jangan sampai ban kempes di jalan, ban cadangan pun tidak bisa digunakan alias gembos. (Berita dari indomedia)