Kecakapan Abad 21

19 Okt

Setiap Siswa harus mampu menghadapi persaingan abad 21, maka perlu ditanamakan kecakapan abad 21. Kecakapan abad 21 mulai diterapkan sejak siswa duduk di kursi Sekolah Dasar diharapkan sejak usia itu sudah mulai mengenal dan mengunakan pemikiran kritis, tidak hanya belajar berdasarkan sumber dari gambar yang ada dibuku, tetapi mengenal lingkungan, mengadakan penelitian sekala kecil dan hasilnya didiskusikan (mengeluarkan pendapat) dan dipublikasikan walau lewat mading atau buat pamflet. Kalau hal seperti ini sejak di SD sudah terbiasa maka di SMP atau SMA /sederajat mampu menghasilkan generasi yang penuh inovasi dan penuh hasil karya. Tetapi hal ini apakah didukung oleh para pemimpin yang bangsa ini ? jawabannya semoga iya.

Kalau kita cermati, kecakapan abad 21 sebenarnya merupakan pendidikan karakter bangsa yang harus dimasukkan kedalam pembelajaran. kecakapan abad 21 dapat didownload dibawah ini.

21st_Century_Skills_INDONESIAN

CROP CIRCLE

29 Jan

Akhir-akhir ini (Januari 2011) masyarakat Kulon Progo sering membicarakan crop circle. Hal ini setelah ada crop circle di kab. Bantul dan Sleman. Apakah crop circle itu buatan manusia atau betul bekas pesawat (UFO) yang mendarat.Namun semua sudah terjawab yaitu buatan manusia.apakah dengan adanya itu bisa mengangkat nama suatu daerah menjadi terkenal ?

Contoh diatas cara membuat crop circle

PARADIGMA PENINGKATAN MUTU LULUSAN SMK MELALUI INTEGRASI SOFT SKILLS UNTUK MENGHASILKAN LULUSAN UNGGUL DAN BERDAYA SAING

28 Mei

Diambil dari Makalah Pendamping Seminar Nasional UNY Oleh Bp. Wagiran

<p>

Research dan fakta aktual di lapangan menunjukkan bahwa soft skills
memiliki peran penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam bekerja.
Hard skills merupakan persyaratan minimal bagi seseorang untuk memasuki
bidang pekerjaan tertentu, sedangkan soft skills akan menentukan
pengembangan diri dalam pekerjaan. Oleh karenanya menjadi tantangan dunia
pendidikan termasuk SMK untuk mengintegrasikan kedua macam komponen
tersebut secara terpadu dan tidak berat sebelah agar mampu menyiapkan SDM
utuh yang memiliki kemampuan bekerja dan berkembang di masa depan. Paling
tidak terdapat tiga aspek mendasar dalam mengintegrasikan soft skills dalam
proses pendidikan/pembelajaran termasuk di SMK yaitu : (a) integrasi soft skills
dalam pengembangan kurikulum, (b) integrasi soft skills dalam proses
pembelajaran, dan (c) integrasi soft skillsls dalam iklim dan budaya sekolah.
Melalui ketiga aspek tersebut diiharapkan SMK mampu menghasilkan lulusan
paripurna yang memiliki kemampuan utuh berupa hard skills yang terintegrasi
dengan soft skills yang diperlukan dalam kehidupannya.
Kata kunci: hard skills, soft skills, SMK
“Hard skills will get an applicant an interview, but soft skills will get that person a
job” (Ian Morrison, http://www.medhunters.com/articles/softSkills.html)
Pendahuluan
Memasuki abad 21, banyak paradigma baru bermunculan dan memerlukan
pertimbangan serta perhatian yang seksama. Lingkungan bisnis global akan menjadi
semakin kompleks, dinamis, dan bermunculan berbagai konflik kepentingan. Hard
skills seperti pemahaman tentang bidang pekerjaan fungsional atau area tertentu , tidak
lagi mencukupi bagi seorang dalam meraih kesuksesan di dunia kerja. Saat ini
diperlukan seseorang yang dididik secara liberal, memiliki pemikiran yang terintegrasi,
komunikator yang handal, cerdas emosional, mampu bekerja dalam tim dan beretika,
yang semuanya itu bersifat soft skills. Pendidikan tradisional yang menekankan bahwa
dalam bekerja, seseorang harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang bidang pekerjaannya, sekarang tidak lagi mencukupi. Kenyataannya masih sangat sedikit
pandangan bahwa seorang pekerja harus memiliki soft skills.
Pembicaraan tentang soft skills tidak dapat dilepaskan dari pengertian
kompetensi. Kompetensi dapat diartikan sebagai motif, sikap, keterampilan,
pengetahuan, perilaku atau karakteristik pribadi lain yang penting untuk melaksanakan
pekerjaan atau yang membedakan antara kinerja rata-rata dengan kinerja superior.
Spencer and Spencer (Idawati, 2004) mengemukakan kompetensi khususnya
kompetensi kerja terdiri dari 5 komponen. Komponen tersebut adalah: (1) Knowledge,
yaitu ilmu yang dimiliki individu dalam bidang pekerjaan atau area tertentu, (2) Skill,
yaitu kemampuan untuk unjuk kerja fisik atau mental, (3) Self Concept, yaitu sikap
individu, nilai-nilai yang dianut serta citra diri, (4) Traits yaitu karakteristik fisik dan
respon yang konsisten atas situasi atau informasi tertentu, dan (5) Motives yaitu Baca Selengkapnya

38 Bidang Keahlian | 131 Program Keahlian | SMK 2008

11 Des

I. TEKNIK BANGUNAN GEDUNG
001. Teknik Konstruksi Baja
002. Teknik Konstruksi Kayu
003. Teknik Batu & Beton
004. Teknik Pekerjaan Finishing
005. Teknik Gambar Bangunan
006. Teknik Plumbing & Sanitasi
007. Manajemen Properti
008. Teknik Furnitur
009. Interior Dekorator
Penyusun Model KTSP:
- Suharso, SMKN 2 Depok Sleman DIY
- Zaenal Mustaufiq, SMKN 1 Singosari Kab. Malang
- Syahrizal, SMKN 6 Bandung

II. TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA Baca Selengkapnya

PERAWATAN MOBIL PRAKTIS

1 Des

MERAWAT mobil sebenarnya bisa dilakukan sendiri sebelum dibawa ke bengkel. Bahkan ibu rumah tangga sekalipun bisa menerapkannya tanpa harus takut hilang kefeminiman atau khawatir kulit akan cedera.

Berikut ini ada sembilan tips merawat mobil praktis. Pemeriksaannya dianjurkan dilakukan minimal satu minggu sekali.

1. Oli mesin.
Oli mesin sangat penting untuk pelumasan. Bila jumlah oli dalam mesin kurang, bisa mempengaruhi kinerja mesin mobil. Periksalah jumlah oli secara berkala dan gunakan oli yang baik untuk mesin Anda.

2. Minyak rem.
Berapa kali kita menginjak pedal rem saat mengemudi? 100 atau lebih? Makanya pastikan rem Anda selalu pakem. Jumlah minyak rem dalam master-cylinder harus selalu pada level yang ditentukan.

3. Air radiator.
Mesin mobil bekerja atas dasar panas pembakaran bahan bakar minya (BBM) yang diubah menjadi tenaga gerak. Sisa panasnya harus didinginkan oleh cairan radiator.

Bila air radiator berkarat dan jumlahnya kurang maka mesin mobil bisa panas dan rusak, terlebih lagi saat jalanan macet.

Untuk menghindarkan itu, pastikan jumlah air radiator selalu penuh dan gunakan pendingin radiator untuk menghidarkan panas dan karat.

4. Oli power steering.
Mobil sekarang sudah dilengkapi dengan power steering. Apabila oli power steering berkurang maka kendaraan akan berat dikemudikan, salah-salah kemudi yang diputar terlalu jauh tidak bisa terkendali.

Periksa jumlahnya dalam master cylinder secara berkala. Kalau perlu sebaiknya tambahkan selagi ingat.

5. Saringan udara.
Untuk pembakaran dalam mesin dibutuhkan udara yang disaring melalui saringan udara. Apabila saringan penuh debu maka pembakaran menjadi kurang sempurna, seperti orang sesak napas.

Periksa dan bersihkan saringan udara secara berkala agar mesin mobil bisa bernapas lega dan bekerja dengan baik.

6. Fanbelt (tali kipas).
Fanbelt yang tua atau kendur setelannya, sering mengeluarkan bunyi mencicit yang sangat mengganggu. Apabila putus di tengah jalan bisa merepotkan dan menyebabkan kerusakan mesin yang lebih parah.

Perawatan fanbelt sangat mudah dengan menyemprot beltdressing secara berkala, dan bila kendur bisa disetel ke bengkel.

7. Air aki dan wiper.
Salah satu faktor yang menentukan umur aki adalah jumlah cairan aki. Jagalah agar jumlahnya selalu cukup, bila perlu tambahkan air aki yang bisa dibeli dimana-mana.

Bisa dibayangkan kalau kaca kotor dan air wiper habis, bisa kelabakan jadinya. Hal sepele ini sangat sering dilupakan orang karena dianggap tidak ada kaitan langsung dengan mesin.

8. Lampu.
Seperti juga wiper, karena tidak berdampak langsung pada unjuk kerja mesin, orang juga sering melupakan masalah lampu. Apalagi bagi mereka yang biasanya hanya mengemudi di siang hari.

Tetapi apa jadinya bisa suatu ketika mengemudi malam hari dan lampu ternyata tidak berfungsi? Tentu bisa runyam, apalagi pada saat itu benar-benar perlu menggunakan mobil.

Karena itu periksalah kondisi lampu demi keamanan kendaraan, jangan jadi mobil buta di malam hari.

9. Tekanan angin ban.
Tekanan angin ban harus sesuai dengan anjuran pabrik mobil, sesuai beban dan kecepatan. Sebagai acuan adalah untuk kecepatan tinggi dan beban berat tekanan ban harus tinggi.

Periksa juga tekanan ban cadangan secara berkala, jangan sampai ban kempes di jalan, ban cadangan pun tidak bisa digunakan alias gembos. (Berita dari indomedia)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.